30.2 C
Jakarta
Friday, July 12, 2024

Perusahaan China Berencana untuk Melakukan Transaksi senilai Rp46,6 Triliun Melalui Acara di RI

Pameran Dagang B2B China Homelife Indonesia ke-5 secara resmi dibuka di JIExpo Kemayoran. Pameran yang berisi 1.018 perusahaan Negeri Tiongkok ini menargetkan dapat meraup hingga USD3 miliar atau setara Rp46,6 triliun nilai transaksi.

Pameran ini diselenggarakan oleh China Council for the Promotion of International Trade Ningbo (CCPIT Ningbo) dan Ningbo Chamber of International Commerce (NCIC), dengan dukungan dari Departemen Perdagangan Provinsi Guangdong dan Biro Perdagangan Kota Foshan.

Selain itu, Chengdu Bureau of Commerce dan CCPIT Chengdu bekerja sama dengan Meorient International Exhibition Co. Ltd sebagai penyelenggara. Acara ini mendapat dukungan dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Kamar Dagang dan Industri Indonesia Komite Tiongkok (KIKT),CEO Business Forum Indonesia, dan Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERPIT).

CEO Meorient, Galvin Fang mengatakan pameran ini merupakan pameran B2B yang sangat berpengaruh di Indonesia, menjadi salah satu acara pameran perdagangan yang signifikan dalam kerja sama ekonomi dan perdagangan antara China dan Indonesia. “Pameran ini juga menjadi langkah penting bagi perusahaan- perusahaan China yang ingin mengembangkan bisnis di Asia Tenggara,” kata Galvin Fang dilansir Jumat (24/11/2023).

Untuk memaksimalkan kesuksesan pameran lanjut Galvin penyelenggara pameran telah melakukan promosi selama tiga bulan sebelumnya di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara. Sebulan sebelum acara, kunjungan langsung kepada big buyers telah dilaksanakan.

“Sampai saat ini, lebih dari 100.000 buyers dari Indonesia dan negara sekitarnya telah mendaftar untuk mengunjungi pameran, dengan target pendaftaran keseluruhan sebanyak 60.000 pre-registration dengan perkiraan lebih dari 30.000 buyers yang akan hadir dengan perkiraan nilai transaksi keseluruhan mencapai lebih dari US$3 miliar,” paparnya.

Pameran ini diikuti lebih dari 1.018 perusahaan dari Zhejiang, Guangdong, Sichuan, Jiangsu, dan daerah lainnya, dengan lebih dari 2.000 booth pameran dan total luas pameran mencapai lebih dari 45.000 meter persegi. Pameran ini menjadi ajang bagi beragam produk manufaktur China untuk menunjukkan keunggulan dan kualitas produk serta teknologi terkini yang dimiliki masing-masing brand.

Melihat trend dan kebutuhan dari buyers dan exhibitors, Pameran ini mencakup 9 (sembilan) sektor industry secara bersamaan, diantaranya : Textile & Garment, Mesin & Peralatan Industri (Printing, Plastic & Packaging, Food Processing Equipment, Fastener, Logistic, Compressor, Power Transmission & Control Technology, Measuring Instruments), Peralatan Rumah Tangga, Consumer Electronics, Home & Giftware, Building & Decoration, Mom & Baby, New Energy & Electricity, Smart Transportation.

Selain itu, Pameran ini mengadopsi inovasi berbasis digital dengan tema “Digital Exhibition” yang memanfaatkan keunggulan dan sumber daya dalam 4 (empat) aspek digital, spesial, platform, dan internasional. Hal ini bertujuan untuk membangun berbagai cara dan memberdayakan “Made in China” untuk merambah pasar internasional, menjadikan pameran lebih efisien dan perdagangan menjadi lebih mudah.

https://www.suara.com/bisnis/2023/11/24/130636/perusahaan-china-bidik-transaksi-rp466-triliun-lewat-acara-ini-di-ri

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

berita terbaru