30.8 C
Jakarta
Sunday, July 14, 2024

Israel Mengeluarkan Dana Lebih dari Rp30 Triliun dalam Serangan Terhadap Gaza

Israel dilaporkan telah merilis laporan tentang jumlah serangan udara tanpa keterangan spesifik yang mencapai 12.000 target pada bulan Oktober lalu.

Salah satu pejabat Palestina mengungkapkan bahwa sebanyak 18.000 ton bom telah dijatuhkan di Gaza selama bulan Oktober 2023. Hal ini sesuai dengan tingkat kehancuran yang terlihat di lapangan.

Bom yang digunakan oleh Israel kebanyakan adalah Mk80 buatan Amerika Serikat yang awalnya dirancang sebagai senjata konvensional. Namun, bom ini terus dimodernisasi dengan penambahan perangkat penargetan canggih sehingga menjadi “bom pintar” dengan berbagai ukuran, seperti 120kg, 250kg, 500kg, dan 1.000kg.

Israel mengandalkan tiga pesawat buatan Amerika Serikat dalam serangan udaranya di Gaza, yakni F-15, F-35, dan F-16. F-15 berfungsi sebagai jet tempur untuk mengamankan superioritas udara, meskipun beberapa juga dapat digunakan sebagai pesawat pembom. Salah satu armada F-35 dilaporkan jatuh setelah terkena rudal jelajah yang diluncurkan oleh pihak Houthi dari Yaman. Sementara, F-16 menjadi ujung tombak Israel dalam melakukan pengeboman di Gaza. Jet tempur F-16 milik Israel telah dimodifikasi agar sesuai dengan taktik mereka, termasuk dengan adanya awak kedua yang tugas utamanya adalah mengendalikan senjata presisi. Israel saat ini memiliki sekitar 170 F-16 yang siap perang, dengan asumsi setiap F-16 membawa empat bom.

Diperlukan sekitar 4.500 penerbangan untuk mengirimkan 18.000 ton bom ke Gaza jika menggunakan empat bom versi 1.000kg setiap penerbangan. Namun, tidak semua bom yang digunakan memiliki berat tersebut, sehingga jumlah sebenarnya mungkin mendekati 6.000 bom.

Medan perang yang spesifik dengan tidak kurang dari tujuh pangkalan udara Israel dalam jarak 50 km hingga 100 km dari Gaza memungkinkan waktu terbang yang singkat bagi pilot, sehingga mereka dapat terus terbang dengan kecepatan saat ini tanpa perlu khawatir tentang dampak jangka panjang.

Melansir Al Jazeera, jika Israel menggunakan 600 ton bom per hari, maka diperlukan sekitar 30 truk angkutan berat untuk mengangkutnya. Biaya harian hanya untuk bom dasar saja mencapai lebih dari USD15 juta. Dengan angka tersebut, dapat diasumsikan bahwa biaya pengeboman yang telah dilakukan oleh Israel mencapai USD750 juta atau sekitar Rp11 triliun.

Selain itu, biaya tambahan juga harus diperhitungkan. F-16 diklaim memiliki biaya penerbangan yang “sangat rendah”, sekitar USD8.000 per jam. Dengan asumsi minimal 300 jam terbang per hari, maka biaya harian mencapai sekitar USD2,5 juta.

Secara keseluruhan, Israel diperkirakan telah menggunakan setidaknya USD2 miliar atau setara dengan Rp31 triliun untuk melakukan serangan udara di Gaza hingga saat ini. Jumlah ini kemungkinan besar bisa meningkat karena belum termasuk biaya mobilisasi darat.

https://www.suara.com/bisnis/2023/11/05/162753/israel-habiskan-uang-lebih-dari-rp30-triliun-untuk-serang-gaza

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

berita terbaru