26.3 C
Jakarta
Wednesday, July 17, 2024

Indonesia Masih Mengimpor Produk dari Israel Meski Terdapat Seruan Boikot

Serangan Israel yang semakin intens ke Palestina telah menimbulkan kemarahan di masyarakat Indonesia. Sebagai respons, seruan untuk melakukan boikot terhadap produk Israel dan sekutunya semakin ramai di media sosial.

Indonesia memang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara Yahudi tersebut, namun masih banyak produk Israel yang masuk ke Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa hubungan dagang antara pelaku usaha di Indonesia dengan produsen dan distributor asal Israel masih berlangsung hingga saat ini.

Amalia Adininggar Widyasanti, Plt Kepala BPS, mengatakan bahwa “Ketidakhubungan diplomatik tidak menghalangi hubungan ekonomi dan perdagangan.” Pada tahun 2023, nilai ekspor barang dari Israel ke Indonesia mencapai 14,4 juta dolar AS atau sekitar Rp 226 miliar.

Nilai impor barang dari Israel cukup fluktuatif. Pada tahun 2020, nilai impor mencapai 56,5 juta dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 887,05 miliar. Namun, pada tahun berikutnya terjadi penurunan yang signifikan, dengan nilai impor sebesar 26,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 416,05 miliar. Pada tahun 2022, nilai impor kembali naik menjadi 47,8 juta dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 750,46 miliar.

Jika dilihat lebih rinci, barang yang paling banyak diimpor dari Israel adalah mesin peralatan mekanis dan komponennya, yang termasuk dalam kode HS 84. Selain itu, Indonesia juga mengimpor banyak perkakas dan peralatan dari logam tak mulia, yang termasuk dalam kode HS 82.

https://www.suara.com/bisnis/2023/11/03/144752/ramai-seruan-boikot-produk-israel-ri-ternyata-masih-doyan-impor-dari-negara-yahudi

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

berita terbaru