26.3 C
Jakarta
Wednesday, July 17, 2024

Pemkab Tapsel Pertama dalam Mengadopsi Kearifan Lokal dan Inovasi Kelapa Sawit Berkelanjutan melalui Program I-SIM For Regencies

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) berhasil meraih gelar Terbaik 1 dalam ajang Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) SDG’s For Regencies 2023. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas, PT Surveyor Indonesia, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), dan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dengan tujuan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di kabupaten-kabupaten di Indonesia.

Bupati Tapsel, Dolly Pasaribu, mengungkapkan kebahagiannya atas prestasi ini. Tapsel berhasil bersaing dengan 103 kabupaten lainnya dan meraih peringkat satu nasional dalam Indonesia’s SDGs Action Award 2023. Kabupaten Tapsel mengusung tema “Hatabosi dan Kelapa Sawit Berkelanjutan, Integrasi Upaya Pelestarian SDA di Hulu dan Hilir Sungai Batang Toru”.

Dolly menjelaskan bahwa keberhasilan ini didukung oleh program kearifan lokal Hatabosi dan Kelapa Sawit Berkelanjutan. Hatabosi merupakan kearifan lokal yang telah berlangsung selama 120 tahun dan berperan dalam mengalirkan air untuk pertanian. Sementara Kelapa Sawit Berkelanjutan diwujudkan melalui konsep 3R (rewetting, revegetation, dan revitalization) untuk mengubah lahan gambut menjadi lahan sawit yang dijaga ketinggian air, sehingga dapat mengurangi emisi karbon dan meningkatkan produksi sawit.

Pemkab Tapsel menerima penghargaan tersebut langsung dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa. Pada kesempatan itu, Menteri Monoarfa juga menegaskan komitmen Indonesia dalam mencapai target-target TPB/SDGs.

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, M. Haris Witjaksono, menjelaskan bahwa I-SIM For Regencies merupakan gerakan inisiatif untuk mendukung keberlanjutan multi-stakeholders dalam mengelola aspek pembangunan berkelanjutan, lingkungan, sosial, dan tata kelola, serta akselerasi pencapaian SDGs di tingkat Kabupaten.

Haris juga menekankan pentingnya peran serta stakeholder pada tingkat tapak untuk membangun kolaborasi yang baik guna mencapai akselerasi pencapaian setiap indikator SDG’s. Ia juga menambahkan bahwa seluruh unsur anak bangsa harus memberikan kontribusi positif dalam mendukung SDGs.

Penghargaan ini juga membawa harapan bahwa program-program berkelanjutan dapat didanai oleh pihak lain, seperti program TJSL yang dilaksanakan oleh BUMN. Haris berharap bahwa program TJSL dapat bersinergi dengan program pemerintah kabupaten/kota, dan menjadi bagian dari kontribusi positif dari BUMN.

https://www.suara.com/bisnis/2023/11/11/081202/usung-kearifan-lokal-dan-inovasi-kelapa-sawit-berkelanjutan-pemkab-tapsel-terbaik-pertama-i-sim-for-regencies

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

berita terbaru